19 Juli 2009

UNDANGAN NGUDARASA SASTRA SERI 4

SASTRA SEBAGAI STUDI BUDAYA DI INDONESIA

Karya sastra tak pelak lagi menjadi sebuah penanda perkembangan budaya suatu bangsa. Betapapun karya sastra mencerminkan perkembangan masyarakat sebagai pelaku budaya. Tetapi hal ini di Indonesia masih sedikit yang mengkajinya, bahkan ada kecenderungan karya sastra tak lebih dipandang sebagai sesuatu yang imajinasi semata. Balai Soedjatmoko bekerja sama dengan Bale Sastra Kecapi mencoba mengangkat hal itu sebagai sebuah diskusi sastra bersama.
Pada : Minggu, 26 Juli 2009 WIB
Tempat : Balai Soedjatmoko, TB Gramedia, Jl. Slamet Riyadi No. 284 Solo

Pembicara : Kris Budiman (staff pengajar Pascasarjana UGM)
Moderator : Bandung Mawardi

06 Juli 2009

Sarasehan Sastra dan Launching Antologi Sastra


Pada tanggal 22 Mei 2009 HIMPROBSI FKIP UNS mengadakan kegiatan sarasehan sastra dan launching antologi sastra. Acara ini merupakan bagian akhir dari serangkaian kegiatan Pekan Sastra.
Acara ini dibuka dengan sambutan dari ketua panitia Pekan Sastra, Susilo Adi Setyawan yang kemudian dilanjutkan oleh ketua umum HIMPROBSI FKIP UNS, Yunianto Dwi Hartanto. Selanjutnya, dilakukan launching Antologi Sastra Lumpur Satu Atap yang berisikan karya – karya terbaik mahasiswa PBSI FKIP UNS berupa puisi, cerpen dan essay sastra.
Inti sarasehan sastra ini adalah diskusi sastra dengan tema “ Semiotika Sastra: Lambang dan Estetika. Kegiatan ini ini menghadirkan Sastrawan Solo, Yant Mujiyanto selaku dosen PBSI FKIP UNS dan Sastrawan dari Ngawi, Kusprihyanto Namma. Dalam acara ini kedua pemnbicara membahas tentang pengkajian sastra dari segi semiotikanya yang pada dasarnya mengungkapkan bagaimana mengungkap keindahan suatu karya sastra yang dalam ini adalah puisi dari lambang – lambang yang dipakai dalam puisi.

Kusprihanto Namma membawakan Puisi "AKU"

Dalam acara ini hadir pula Jo Pakagula dan Drs. Slamet Mulyono, M.Pd. Acara ini ditutup dengan musikalisasi puisi dari panitia dan penyerahan kenang – kenangan kepada pembicara.

Pembacaan Puisi dalam Launching Antologi Sastra Lumpur Satu Atap


Balada Daun dan Ulat Bulu

Di musim hujan
Daun-daun menghijau
Namun mereka berteriak kesakitan
‘Jangan makan aku!!!’ bentaknya pada seekor ulat bulu

Ulat bulu lalu menjawab,
‘Biarkan saja aku menggerogotimu toh itu juga sudah menjadi tugasku…’
‘Aku juga tidak merugikanmu…’
‘Aku juga tidak membahayakanmu…’
‘Aku juga tidak membunuhmu…’

‘Dan aku tak seperti manusia..
Yang merugikan kantong-kantong negara,
Yang membahayakan stabilitas nasional,
Dan yang membunuh anak-aak kecil untuk tidak bersekolah…’

‘Karna aku juga memang tidak seperti manusia, yang tidak sedikit dari mereka yang justru menggerogoti keluguan dan kepolosan mereka…’

Di musim panas
Daun-daun beterbangan
Bersorak riang sambil berkata, ‘ Aku bebas..!!’
Ulat bulu tua yang masih bertahan dari terik matahari un menjawab,
‘Ya..kau memang telah bebas, namun kebebasanmu hanyalah semu.’
‘Sang raja siang akan membakarmu dengan titahnya’
‘Apa kau tahu itu??!!’

Daun pun menjawab,
‘Walau hanya semu, setidaknya aku bisa merasakannya’
‘Aku bisa merasakan lembutnya tanah’
‘Aku bisa merasakan utuhnya tubuhku’
‘Dan aku juga bisa merasakan betapa ringannya tubuhku tanpamu!!’

Dewi '06

18 Juni 2009

BIDANG KREATIVITAS MAHASISWA

Pengantar
Mahasiswa bukanlah sekedar status. Jangan memandang mahasiswa sebagai makhluk – makhluk yang dikenyangkan oleh tumpukan buku dan terpuaskan hanya dengan torehan indeks prestasi akademik.
Sebagai manusia sejati, mahasiswa hendaknya tidak mengendapkan ide – ide kreatifnya dalam kondisi yang jenuh. Perlu adanya pemicu dan wadah untuk mengubah hal tersebut.
Bidang kreativitas mahasiswa adalah bidang yang hidup dan dihidupkan oleh mahasiswa – mahasiswa prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. BKM merupakan bidang yang tidak sekedar menghimpun ide – ide kreatif serta karya dalam bentuk sastra ataupun bentuk kreativitas lainnya, melainkan kami – BKM – akan nberupaya menyalurkan dan mengaktualisasikan minat, bakat, dan semua hal tersebut seoptimal mungkin.
Berbekal optimisme, kepercayaan, dan keyakinan bahwa kreativitas akan terus berkembang, kami akan melangkah. Kreativitas bukanlah serial drama yang mengenal istilah “TAMAT” ! Narasi, deskripsi, dan sebagainya tentang kreativitas akan terus bersambung,. Begitu.