Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

12 Februari 2009

Puisi


Kurindu Awan*

Kurindu awan
Rasa rindu menjalar perlahan disukmaku
Rindu yang menusuk jiwaku
Hingga bayangmu selalu direlung hatiku
Rasa sayangku padamu takkan terhapus waktu
Dikala dibuai mimpi
Cintaku jauh tinggi di awan
Kuingin menemanimu selamanya
Karena jarak yang begitu jauh
Kusulit menggapaimu
Engkau slalu menduduki rekung hatiku
Cintamu takkan beranjak dari jiwaku
Sajak-sajak bersuara dihatiku
Sejak bersamamu kutahu makna cinta
Kutahu tulusnya kasih sayang
Aku berusaha bertahan atas cinta
Walau engkau begitu jauh
Kupegang janji setiamu
Akupun percaya kamu
Karena aku sayang kamu



Bukti Cinta*

Lantunan nada tak bersuara
Rasa bingung mulai Menusuk dada
Hati menggenggam gundah
Ketika kau slalu tanyakan padaku
Apa bukti cinta?
Seolah mulut terkunci rapat
Untaian kata bersembunyi didalamnya
Hatipun menjawab lirih
Apakah ini perlu dipermasalahkan?
Sulit mengintip isi hatimu
Perlu engkau tahu
Sebuah cinta tak perlu bukti
Yang dibutuhkan hanyalah
Segenggam kejujuran............
Dan janji kesetiaan..........

L@@-L@@`08

04 Februari 2009


Teman di Surga
oleh:Noegrowho '08

teman. . .
lama tak jumpa denganmu
dirimu yang jauh disana
membuat aku semakin rindu

aku jadi ingat
waktu kita bersama dulu
kita sering bercerita
duka-dula, tawa-lara kita bersama

namun kenapa. . .?
saat kamu pergi dahulu
aku tak relakanmu

jauh waktu tlah berlalu
kebersamaan yang berkurang
cerita kita semakin hilang
dan hati ini kian garang

teman. . .
aku rindu padamu

teman. . .
damaikah kau disana. . .?

tidakkah kau memikirkanku teman
sinar itu aku kira kamu
hujan yang deras
aku pikir itu air matamu

teman. . .
apakah kau datang. . .?
mendung awan itu
semendung wajahmu dulu
aku tak bisa menyentuhmu teman. . .

harum bunga dipusaramu
seharum tubuhmu dulu
kan aku kenang selalu teman
tanpa aku merasa malu

merah darahmu
semangat tiada hentimu
keberanianmu
dab juga sifat kerasmu
aku ingat semua teman. . .

teman. . .
untaian kata indah
dan doa yang aku panjatkan
menemanimu sekaku teman

tetaplah tersenyum teman. . .
rhyme in peace. . .

gambar dari:belumadajudul.blogdrive.com

13 Oktober 2008

PUISI


Doa Pecinta

Saat termangu dalam cinta
Damai terasa begitu dekat
Tak terasa...
Saat menatap dalam cinta
Hanya janji yang terucap
Tak bermakna...
Telah lama terbuai,
Indahkan janji yang Kau cipta
Penuh upaya hindari,
Rahmat yang Kau hadirkan
Aku tak berhak meminta
Karena aku tak bisa menjaga
Aku tak layak membenci
Karena aku tak pernah memiliki
Andai semua pun sirna
Pecinta kan berdoa
Jangan Kau cemburui dunia
Karena cinta sang pecinta
By PR’07


HARI YANG DIDAMBA
Dunia yang elok dengan mimpi
Alam bersua pada malaikat kecil
Merajuk ingin segera pagi
Dengan kumandang nada suci
Dunia telah terkoyak dalam sebulan
Berpacu dalam lapar dan dahaga
Merorong mengharap keridho-an
Meski tak tahu balasan apa nantinya
Dunia kan bersorak
Menyambut jiwa-jiwa suci
Dan alam pun mengharap surya
Tak tenggelam hari ini...
By PR’07

22 Agustus 2008

Sajak


Wahai
Wahai ku lihat engkau dalam semak belukar
Bercerita tentang malam memabukkan bersama debu jalan
Seakan tersadar dirimu dari mimpi indah
Wahai ku lihat engkau membawa seuntai senandung diatas pasir senja
Tertawa; bernyanyi; lalu membisu bahwa itu hanya semu
Ada hanyalah lampu-lampu gelisah penderitaan
Bukan alunan musik Mozart atau irama padang pasir
Wahai ku lihat engkau dalam genggaman tangan
Tengadah jauh residu udara kota antara batas malam pekat
Menerbangkanmu seperti asap penjarah kota
Wahai….
Wahai…..
Wahai….
Engkau berteriak kesakitan
Tertimbun penat disudut tempat sampah
Hanya berteriak: Wahai …wahai…penguasa…
(dalam rintihan)


Perjalanan Purba

Ia kibaskan sayap pada ranting yang telah lapuk
Begitu purba menyisakan kerinduan yang menyakitkan
Teramat jauh ia berjalan
Hingga lupa bahwa di seberang ada pelabuhan
Ia tak ingat akan beranda atau
Seberkas cahaya dari jendela rumah yang ditinggalkan
Begitu saja semua berlalu
Teramat jauh ia menyusuri jalan tapak demi tapak
Hingga hutanhutan yang tak mengenal wajah manusia
Ia tetap mengibaskan sayap pada ranting yang telah lapuk
Tak perduli akan jejaknya yang tertinggal di halaman rumah

{adh_saraz@yahoo.co.id}