KATEGORI MAHASISWA FKIP
A. Lomba Membaca Puisi
1. Faisal Muh. Nur Salim (P. Sejarah).
2. Tri Rizki K.H. (POK)
3. Sekar Restika W. (P.BK)
Harapan 1 : Helmi Mukti Y. (P.Biologi)
Harapan 2 : Akhsainna A.M. (PLB)
Harapan 3 : Melina A. (P.Bhs. Inggris)
B. Lomba Menulis Puisi
1. Desinta Prihantini (P. Bhs dan Sastra Indonesia)
2. Faisal Muh Nur Salim (P. Sejarah)
3. Dian Maya Setia Ekawati (P. Bhs dan Sastra Indonesia)
Harapan 1 : Aditya Damar A.Y. (P.Sosant)
Harapan 2 : Muh. Sujianto (P.Sosant)
Harapan 3 : Siti Rahmana (FSSR)
C. Lomba Menulis Cerpen
1. Arini Mayan Faani
2. Nur Fitriana K.
3. Susilo Adi Setyawan
Harapan 1 : Ningtias (Bastind)
Harapan 2 : Alisa Dewi (PKh)
Harapan 3 : Bening Ika (P.Fisika)
D. Lomba Menulis Artikel
1. Yuli Ardika Prihatama (P.Fisika)
2. Kalis Mardi Asih (P. Bhs. Inggris)
3. Titha Meista Mulya Kusuma (P.Fisika)
Harapan 1 : Rahayu Astrini (P. Bhs & Sastra Indo)
Harapan 2 : Asri Dwi Utami (FH)
Harapan 3 : Fadillaturrohmah (P. Bhs & Sastra Indo)
KATEGORI SMA
A. Lomba Membaca Puisi
1. Natalia D.A.P. (SMA SANTO YOSEP)
2. Diaz Muslimah Q. (SMA N 4 SKA)
3. Claudia Chindy (SMA N 2 SKA)
Harapan 1 : Nabila (SMA N 2 SKA)
Harapan 2 : Luthfiana (SMA N 4 SKA)
Harapan 3 : Aldilla (SMA N 2 SKA)
B. Lomba Menulis Puisi
1. Muh. Nur Aziz (SMA N 4 SKA)
2. Nissya Arienda (SMA N 4 SKA)
3. Nur Mutiara Sholihah (SMA N 1 SKA)
Harapan 1 : Diaz Muslima Q. (SMA N 4 SKA)
Harapan 2 : Kukuh Kusuma A. (SMA N 3 SKA)
Harapan 3 : Nur Azizah R. (SMA N 4 SKA)
C. Lomba Menulis Cerpen
1. Sakti Mutiara E. (SMA N 3 SKA)
2. Niajeng Hayuning Kodrati (SMA N 7 SKA)
3. Maulina Ngalimatul G. (SMA N 7 SKA)
Harapan 1 : Diaz Muslima Q. (SMA N 4 SKA)
Harapan 2 : Laila Inayati (SMA N 7 SKA)
Harapan 3 : Anafi Nur Aini (SMA N 3 SKA)
D. Lomba Menulis Artikel
1. Luthfi Kartika Dewi (SMA N 7 SKA)
2. Bandung Wijaya (SMA N 7 SKA)
3. Dayu Nugraheni (SMA N 7 SKA)
Harapan 1 : Cos Ma’arif H.L. (SMA N 7 SKA)
***Panitia mohon maaf bila terdapat kesalahan dalam penulisan nama dan program studi.
04 Mei 2011
21 April 2011
PUISI WAJIB SAYEMBARA SASTRA
SIAP SEDIA
Chairil Anwar
Kepada Angkatanku
Tanganmu nanti tegang kaku,
Jantungmu nanti berdebar berhenti,
Tubuhmu nanti mengeras membatu,
Tapi kami sederap mengganti,
Terus memahat ini Tugu.
Matamu nanti kaca saja,
Mulutmu nanti habis bicara,
Darahmu nanti mengalis berhenti,
Tapi sederap mengganti,
Terus berdaya ke Masyarakat Jaya.
Suaramu nanti diam ditekan,
Namamu nanti terbang menghilang,
Langkahmu nani enggan ke depan,
Tapi kami sederap mengganti,
Bersatu maju, ke Kemenangan.
Darah kami panas selama,
Badan kami tertempa baja,
Jiwa kami gagah perkasa,
Kami akan mewarna di angkasa,
Kami pembawa ke Bahagia nyata.
Kawan, kawan,
Menepis segar angin terasa,
Lalu menderu menyapu awan,
Terus menembus surya cahaya,
Memancar pencar ke penjuru segala,
Riang menggelombang sawah dan hutan,
Segala menyala-nyala !
Segala menyala-nyala !
Kawan, kawan,
Dan kita bangkit dengan kesedaran,
Memucuk menerang hingga belulang,
Kawan, kawan,
Kita mengayun pedang ke Dunia Terang !
BERI DAKU SUMBA
Taufik Ismail
di Uzbekistan, ada padang terbuka dan berdebu
aneh, aku jadi ingat pada Umbu
Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka
Di mana matahari membusur api di atas sana
Rinduku pada Sumba adalah rindu peternak perjaka
Bilamana peluh dan tenaga tanpa dihitung harga
Tanah rumput, topi rumput dan jerami bekas rumput
Kleneng genta, ringkik kuda dan teriakan gembala
Berdirilah di pesisir, matahari ‘kan terbit dari laut
Dan angin zat asam panas dikipas dari sana
Beri daku sepotong daging bakar, lenguh kerbau dan sapi malam hari
Beri daku sepucuk gitar, bossa nova dan tiga ekor kuda
Beri daku cuaca tropika, kering tanpa hujan ratusan hari
Beri daku ranah tanpa pagar, luas tak terkata, namanya Sumba
Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda
Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh
Sementara langit bagai kain tenunan tangan, gelap coklat tua
Dan bola api, merah padam, membenam di ufuk teduh
Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka
Di mana matahari bagai bola api, cuaca kering dan ternak melenguh
Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda
Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh.
RAKYAT
Hartoyo Andangjaya
Rakyat ialah kita
jutaaan tangan yang mengayun dalam kerja
di bumi di tanah tercinta
jutaan tangan mengayun bersama
membuka hutan-hutan lalang jadi ladang-ladang berbunga
mengepulkan asap dari cerobong pabrik-pabrik di kota
menaikkan layar menebar jala
meraba kelam di tambang logam dan batubara
Rakyat ialah tangan yang bekerja
Rakyat ialah kita
otak yang menapak sepanjang jemaring angka-angka
yang selalu berkata dua adalah dua
yang bergerak di simpang siur garis niaga
Rakyat ialah otak yang menulis angka-angka
Rakyat ialah kita
beragam suara di langit tanah tercinta
suara bangsi di rumah berjenjang bertangga
suara kecapi di pegunungan jelita
suara bonang mengambang di pendapa
suara kecak di muka pura
suara tifa di hutan kebun pala
Rakyat ialah suara beraneka
Rakyat ialah kita
puisi kaya makna di wajah semesta
di darat
hari yang beringat
gunung batu berwarna coklat
di laut
angin yang menyapu kabut
awan menyimpan topan
Rakyat ialah puisi di wajah semesta
Rakyat ialah kita
darah di tubuh bangsa
debar sepanjang masa
MALAM TELUK
Abdul Hadi W.M.
Malam di teluk
menyuruk ke kelam
Bulan yang tinggal rusuk
padam keabuan
Ratusan gagak
Berteriak
Terbang menuju kota
Akankah nelayan kembali dari pelayaran panjang
Yang sia-sia? Dan kembali
Dengan wajah masai
Sebelum akhirnya badai
mengatup pantai?
Muara sempit
Dan kapal-kapal menyingkir pergi
Dan gonggong anjing
Mencari sisa sepi
Aku berjalan pada tepi
Pada batas
Mencari
Tak ada pelaut bisa datang
Dan nelayan bisa kembali
Aku terhempas di batu karang
Dan luka diri
CERITA BUAT DINTAMAILA
Chairil Anwar
Beta Pattiradjawane
jang didjaga datu datu
Tjuma satu
Beta Pattiradjawane
kikisan laut
berdarah laut
beta pattiradjawane
ketika lahir dibawakan
datu dajung sampan
beta pattiradjawane pendjaga hutan pala
beta api dipantai,siapa mendekat
tiga kali menjebut beta punja nama
dalam sunyi malam ganggang menari
menurut beta punya tifa
pohon pala, badan perawan djadi
hidup sampai pagi tiba
mari menari !
mari beria !
mari berlupa !
awas ! djangan bikin bea marah
beta bikin pala mati, gadis kaku
beta kirim datu-datu !
beta ada dimalam, ada disiang
irama ganggang dan api membakar pulau …….
beta pattiradjawane
jang didjaga datu-datu
tjuma satu
KEMBALIKAN INDONESIA PADAKU
Taufik Ismail
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Kembalikan Indonesia padaku
Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam
dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam
lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,
sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang
sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam
dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan,
Kembalikan Indonesia padaku
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Kembalikan Indonesia padaku
DOA UNTUK ANAK CUCU
WS.Rendra
Bismillaahirrahmaanir rahiim
Ya Allah Di dalam masa yang sulit ini,// di dalam ketenangan// yang beku dan tegang//
di dalam kejenuhan// yang bisa meledak menjadi keedanan// aku melihat ada muslihat// yang tak jelas juntrungannya// Ya, Allah// Aku bersujud kepadamu// Lindungilah anak cucuku//
Lindungilah mereka// dari kesabaran// yang menjelma menjadi kelesuan,// dari rasa tak berdaya// yang kehilangan cita-cita//
Ya, Allah// Demi ketegasan mengambil resiko// ada bangsa yang dimesinkan// atau di-zombie-kan// Ada juga yang difosilkan// atau di-antik-kan// Uang kertas menjadi topi// Bagi kepala yang berisi jerami.// Reaktor nuklir menjadi tempat ibadah// di mana bersujud kepala-kepala hampa// yang disumpal bantal tua// Kemakmuran lebih dihargai// dari kesejahteraan// Dan kekuasaan// menggantikan kebenaran// Ya, Allah// Lindungilah anak cucuku//
Lindungilah mereka// dari berhala janji-janji,// dari hiburan yang dikeramatkan,// dari iklan yang dimythoskan,// dan dari sikap mata gelap// yang diserap tulang kosong//
Ya, Allah// Seorang anak muda// bertanya kepada temannya// “Kemana kita pergi ?”// Dan temannya menjawab: “Kemana saja.// Asal jangan bertanya untuk pulang.”// Daging tidak punya tulang,// untuk bertaut// Angin bertiup// menerbangkan catatan alamat// Dan rambu-rambu di jalan// Sudah dirusak orang.// Ya, Allah// Lindungilah anak cucuku//
Lindungilah mereka// dari kejahatan lelucon// tentang Chernobyl dan Hirosima// dari heroin// yang diserap lewat ciuman// dari itikat buruk// yang dibungkus kertas kado// dan dari ancaman tanpa makna//
Ya, Allah// Kami dengan cemas menunggu// kedatangan burung dara// yang membawa ranting zaitun// Di kaki bianglala// leluhur kami bersujud dan berdoa// Isinya persis seperti doaku ini// Lindungilah anak cucuku// Lindungilah daya hidup mereka// Lindungilah daya cipta mereka// Ya, Allah, satu-satunya Tuhan kami// Sumber dari hidup kami ini// Kuasa yang tanpa tandingan// Tempat tumpuan dan gantungan// Tak ada samanya// di seluruh semesta raya// Allah, Allah, Allah
Chairil Anwar
Kepada Angkatanku
Tanganmu nanti tegang kaku,
Jantungmu nanti berdebar berhenti,
Tubuhmu nanti mengeras membatu,
Tapi kami sederap mengganti,
Terus memahat ini Tugu.
Matamu nanti kaca saja,
Mulutmu nanti habis bicara,
Darahmu nanti mengalis berhenti,
Tapi sederap mengganti,
Terus berdaya ke Masyarakat Jaya.
Suaramu nanti diam ditekan,
Namamu nanti terbang menghilang,
Langkahmu nani enggan ke depan,
Tapi kami sederap mengganti,
Bersatu maju, ke Kemenangan.
Darah kami panas selama,
Badan kami tertempa baja,
Jiwa kami gagah perkasa,
Kami akan mewarna di angkasa,
Kami pembawa ke Bahagia nyata.
Kawan, kawan,
Menepis segar angin terasa,
Lalu menderu menyapu awan,
Terus menembus surya cahaya,
Memancar pencar ke penjuru segala,
Riang menggelombang sawah dan hutan,
Segala menyala-nyala !
Segala menyala-nyala !
Kawan, kawan,
Dan kita bangkit dengan kesedaran,
Memucuk menerang hingga belulang,
Kawan, kawan,
Kita mengayun pedang ke Dunia Terang !
BERI DAKU SUMBA
Taufik Ismail
di Uzbekistan, ada padang terbuka dan berdebu
aneh, aku jadi ingat pada Umbu
Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka
Di mana matahari membusur api di atas sana
Rinduku pada Sumba adalah rindu peternak perjaka
Bilamana peluh dan tenaga tanpa dihitung harga
Tanah rumput, topi rumput dan jerami bekas rumput
Kleneng genta, ringkik kuda dan teriakan gembala
Berdirilah di pesisir, matahari ‘kan terbit dari laut
Dan angin zat asam panas dikipas dari sana
Beri daku sepotong daging bakar, lenguh kerbau dan sapi malam hari
Beri daku sepucuk gitar, bossa nova dan tiga ekor kuda
Beri daku cuaca tropika, kering tanpa hujan ratusan hari
Beri daku ranah tanpa pagar, luas tak terkata, namanya Sumba
Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda
Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh
Sementara langit bagai kain tenunan tangan, gelap coklat tua
Dan bola api, merah padam, membenam di ufuk teduh
Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka
Di mana matahari bagai bola api, cuaca kering dan ternak melenguh
Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda
Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh.
RAKYAT
Hartoyo Andangjaya
Rakyat ialah kita
jutaaan tangan yang mengayun dalam kerja
di bumi di tanah tercinta
jutaan tangan mengayun bersama
membuka hutan-hutan lalang jadi ladang-ladang berbunga
mengepulkan asap dari cerobong pabrik-pabrik di kota
menaikkan layar menebar jala
meraba kelam di tambang logam dan batubara
Rakyat ialah tangan yang bekerja
Rakyat ialah kita
otak yang menapak sepanjang jemaring angka-angka
yang selalu berkata dua adalah dua
yang bergerak di simpang siur garis niaga
Rakyat ialah otak yang menulis angka-angka
Rakyat ialah kita
beragam suara di langit tanah tercinta
suara bangsi di rumah berjenjang bertangga
suara kecapi di pegunungan jelita
suara bonang mengambang di pendapa
suara kecak di muka pura
suara tifa di hutan kebun pala
Rakyat ialah suara beraneka
Rakyat ialah kita
puisi kaya makna di wajah semesta
di darat
hari yang beringat
gunung batu berwarna coklat
di laut
angin yang menyapu kabut
awan menyimpan topan
Rakyat ialah puisi di wajah semesta
Rakyat ialah kita
darah di tubuh bangsa
debar sepanjang masa
MALAM TELUK
Abdul Hadi W.M.
Malam di teluk
menyuruk ke kelam
Bulan yang tinggal rusuk
padam keabuan
Ratusan gagak
Berteriak
Terbang menuju kota
Akankah nelayan kembali dari pelayaran panjang
Yang sia-sia? Dan kembali
Dengan wajah masai
Sebelum akhirnya badai
mengatup pantai?
Muara sempit
Dan kapal-kapal menyingkir pergi
Dan gonggong anjing
Mencari sisa sepi
Aku berjalan pada tepi
Pada batas
Mencari
Tak ada pelaut bisa datang
Dan nelayan bisa kembali
Aku terhempas di batu karang
Dan luka diri
CERITA BUAT DINTAMAILA
Chairil Anwar
Beta Pattiradjawane
jang didjaga datu datu
Tjuma satu
Beta Pattiradjawane
kikisan laut
berdarah laut
beta pattiradjawane
ketika lahir dibawakan
datu dajung sampan
beta pattiradjawane pendjaga hutan pala
beta api dipantai,siapa mendekat
tiga kali menjebut beta punja nama
dalam sunyi malam ganggang menari
menurut beta punya tifa
pohon pala, badan perawan djadi
hidup sampai pagi tiba
mari menari !
mari beria !
mari berlupa !
awas ! djangan bikin bea marah
beta bikin pala mati, gadis kaku
beta kirim datu-datu !
beta ada dimalam, ada disiang
irama ganggang dan api membakar pulau …….
beta pattiradjawane
jang didjaga datu-datu
tjuma satu
KEMBALIKAN INDONESIA PADAKU
Taufik Ismail
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Kembalikan Indonesia padaku
Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam
dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam
lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,
sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang
sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam
dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan,
Kembalikan Indonesia padaku
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Kembalikan Indonesia padaku
DOA UNTUK ANAK CUCU
WS.Rendra
Bismillaahirrahmaanir rahiim
Ya Allah Di dalam masa yang sulit ini,// di dalam ketenangan// yang beku dan tegang//
di dalam kejenuhan// yang bisa meledak menjadi keedanan// aku melihat ada muslihat// yang tak jelas juntrungannya// Ya, Allah// Aku bersujud kepadamu// Lindungilah anak cucuku//
Lindungilah mereka// dari kesabaran// yang menjelma menjadi kelesuan,// dari rasa tak berdaya// yang kehilangan cita-cita//
Ya, Allah// Demi ketegasan mengambil resiko// ada bangsa yang dimesinkan// atau di-zombie-kan// Ada juga yang difosilkan// atau di-antik-kan// Uang kertas menjadi topi// Bagi kepala yang berisi jerami.// Reaktor nuklir menjadi tempat ibadah// di mana bersujud kepala-kepala hampa// yang disumpal bantal tua// Kemakmuran lebih dihargai// dari kesejahteraan// Dan kekuasaan// menggantikan kebenaran// Ya, Allah// Lindungilah anak cucuku//
Lindungilah mereka// dari berhala janji-janji,// dari hiburan yang dikeramatkan,// dari iklan yang dimythoskan,// dan dari sikap mata gelap// yang diserap tulang kosong//
Ya, Allah// Seorang anak muda// bertanya kepada temannya// “Kemana kita pergi ?”// Dan temannya menjawab: “Kemana saja.// Asal jangan bertanya untuk pulang.”// Daging tidak punya tulang,// untuk bertaut// Angin bertiup// menerbangkan catatan alamat// Dan rambu-rambu di jalan// Sudah dirusak orang.// Ya, Allah// Lindungilah anak cucuku//
Lindungilah mereka// dari kejahatan lelucon// tentang Chernobyl dan Hirosima// dari heroin// yang diserap lewat ciuman// dari itikat buruk// yang dibungkus kertas kado// dan dari ancaman tanpa makna//
Ya, Allah// Kami dengan cemas menunggu// kedatangan burung dara// yang membawa ranting zaitun// Di kaki bianglala// leluhur kami bersujud dan berdoa// Isinya persis seperti doaku ini// Lindungilah anak cucuku// Lindungilah daya hidup mereka// Lindungilah daya cipta mereka// Ya, Allah, satu-satunya Tuhan kami// Sumber dari hidup kami ini// Kuasa yang tanpa tandingan// Tempat tumpuan dan gantungan// Tak ada samanya// di seluruh semesta raya// Allah, Allah, Allah
KETENTUAN LOMBA SAYEMBARA SASTRA
Untuk Seluruh Mahasiswa FKIP UNS
1. MENULIS PUISI
a) Tema bebas
b) Ketik komputer
c) Pendaftaran tidak dibatasi
d) Naskah dikirim berupa print out
e) Karya dikirim langsung ke Sekretariat HIMPROBSI gedung E FKIP UNS beserta contact person peserta lomba.
2. MENULIS ARTIKEL
a) Tema sastra
b) Ketik komputer
c) Pendaftaran tidak dibatasi
d) Naskah dikirim berupa print out
e) Karya dikirim langsung ke Sekretariat HIMPROBSI gedung E FKIP UNS beserta contact person peserta lomba.
3. MENULIS CERPEN
a) Tema sastra
b) Ketik komputer
c) Pendaftaran tidak dibatasi
d) Naskah dikirim berupa print out
e) Maksimal 7 halaman
f) Karya dikirim langsung ke Sekretariat HIMPROBSI gedung E FKIP UNS beserta contact person peserta lomba.
4. MEMBACA PUISI
a) Peserta lomba baca puisi hadir di Gedung E Lantai 3 FKIP UNS (gedung perkuliahan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Hari Selasa, 26 April 2011 Pukul 07.30 WIB-selesai.
b) Babak Penyisihan:
Peserta lomba baca puisi, membacakan satu puisi wajib dari panitia.
Puisi wajib:
A. Siap Sedia (Chairil Anwar)
B. Brida Kusumba (Taufik Ismail)
C. Rakyat (Hartoyo Andajaya)
D. Malam Teluk (Abdul Hadi W.M)
c) Babak final:
Peserta lomba hanya membacakan puisi wajib dari panitia dan sebuah puisi sendiri dari masing-masing peserta.
Puisi wajib:
A. Cerita Buat Dintamila (Chairil Anwar)
B. Kembalikan Indonesia Padaku (Taufik Ismail)
C. Doamu Anak Cucuku (W.S Rendra)
1. MENULIS PUISI
a) Tema bebas
b) Ketik komputer
c) Pendaftaran tidak dibatasi
d) Naskah dikirim berupa print out
e) Karya dikirim langsung ke Sekretariat HIMPROBSI gedung E FKIP UNS beserta contact person peserta lomba.
2. MENULIS ARTIKEL
a) Tema sastra
b) Ketik komputer
c) Pendaftaran tidak dibatasi
d) Naskah dikirim berupa print out
e) Karya dikirim langsung ke Sekretariat HIMPROBSI gedung E FKIP UNS beserta contact person peserta lomba.
3. MENULIS CERPEN
a) Tema sastra
b) Ketik komputer
c) Pendaftaran tidak dibatasi
d) Naskah dikirim berupa print out
e) Maksimal 7 halaman
f) Karya dikirim langsung ke Sekretariat HIMPROBSI gedung E FKIP UNS beserta contact person peserta lomba.
4. MEMBACA PUISI
a) Peserta lomba baca puisi hadir di Gedung E Lantai 3 FKIP UNS (gedung perkuliahan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Hari Selasa, 26 April 2011 Pukul 07.30 WIB-selesai.
b) Babak Penyisihan:
Peserta lomba baca puisi, membacakan satu puisi wajib dari panitia.
Puisi wajib:
A. Siap Sedia (Chairil Anwar)
B. Brida Kusumba (Taufik Ismail)
C. Rakyat (Hartoyo Andajaya)
D. Malam Teluk (Abdul Hadi W.M)
c) Babak final:
Peserta lomba hanya membacakan puisi wajib dari panitia dan sebuah puisi sendiri dari masing-masing peserta.
Puisi wajib:
A. Cerita Buat Dintamila (Chairil Anwar)
B. Kembalikan Indonesia Padaku (Taufik Ismail)
C. Doamu Anak Cucuku (W.S Rendra)
KETENTUAN LOMBA SAYEMBARA SASTRA
Siswa SMA Se-Surakarta
1. MENULIS PUISI
a) Tema bebas
b) Ketik komputer
c) Pendaftaran tidak dibatasi
d) Naskah dikirim berupa print out
2. MENULIS ARTIKEL
a) Tema sastra
b) Ketik komputer
c) Pendaftaran tidak dibatasi
d) Naskah dikirim berupa print out
3. MENULIS CERPEN
a) Tema sastra
b) Ketik komputer
c) Pendaftaran tidak dibatasi
d) Naskah dikirim berupa print out
e) Maksimal 7 halaman
4. MEMBACA PUISI
a) Peserta lomba baca puisi hadir di Gedung E Lantai 3 FKIP UNS (gedung perkuliahan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Hari Selasa, 26 April 2011 Pukul 07.30 WIB-selesai.
b) Setiap SMA mengirimkan lomba baca puisi maksimal 2 siswa
c) Babak Penyisihan:
Peserta lomba baca puisi, membacakan satu puisi wajib dari panitia.
Puisi wajib:
A. Siap Sedia (Chairil Anwar)
B. Brida Kusumba (Taufik Ismail)
C. Rakyat (Hartoyo Andajaya)
D. Malam Teluk (Abdul Hadi W.M)
d) Babak final:
Peserta lomba hanya membacakan puisi wajib dari panitia dan sebuah puisi sendiri dari masing-masing peserta.
Puisi wajib:
A. Cerita Buat Dintamila (Chairil Anwar)
B. Kembalikan Indonesia Padaku (Taufik Ismail)
C. Doamu Anak Cucuku (W.S Rendra)
1. MENULIS PUISI
a) Tema bebas
b) Ketik komputer
c) Pendaftaran tidak dibatasi
d) Naskah dikirim berupa print out
2. MENULIS ARTIKEL
a) Tema sastra
b) Ketik komputer
c) Pendaftaran tidak dibatasi
d) Naskah dikirim berupa print out
3. MENULIS CERPEN
a) Tema sastra
b) Ketik komputer
c) Pendaftaran tidak dibatasi
d) Naskah dikirim berupa print out
e) Maksimal 7 halaman
4. MEMBACA PUISI
a) Peserta lomba baca puisi hadir di Gedung E Lantai 3 FKIP UNS (gedung perkuliahan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Hari Selasa, 26 April 2011 Pukul 07.30 WIB-selesai.
b) Setiap SMA mengirimkan lomba baca puisi maksimal 2 siswa
c) Babak Penyisihan:
Peserta lomba baca puisi, membacakan satu puisi wajib dari panitia.
Puisi wajib:
A. Siap Sedia (Chairil Anwar)
B. Brida Kusumba (Taufik Ismail)
C. Rakyat (Hartoyo Andajaya)
D. Malam Teluk (Abdul Hadi W.M)
d) Babak final:
Peserta lomba hanya membacakan puisi wajib dari panitia dan sebuah puisi sendiri dari masing-masing peserta.
Puisi wajib:
A. Cerita Buat Dintamila (Chairil Anwar)
B. Kembalikan Indonesia Padaku (Taufik Ismail)
C. Doamu Anak Cucuku (W.S Rendra)
23 Desember 2010
Pertanyaan Besarku
kisahku terlahir disini,
di tempat ini, tempat dimana aku merasakan,
kenyamanan bersama mereka,
kehangatan dekapan bunda,
dan,
kebahagiaan berada di tengah-tengah,
mereka,
syukur dan doa yang ingin terucap,
namun susah payah tuk dapat,
ku ungkap kepadaNya,
m e n g a p a ?,
akupun tak tahu,
inilah pertanyaan besarku,
adakah aku lupa kepada Dia?,
yang telah menuntunku,
Tuhanku Yang Esa,
FADILATURROHMAH
K1208087
di tempat ini, tempat dimana aku merasakan,
kenyamanan bersama mereka,
kehangatan dekapan bunda,
dan,
kebahagiaan berada di tengah-tengah,
mereka,
syukur dan doa yang ingin terucap,
namun susah payah tuk dapat,
ku ungkap kepadaNya,
m e n g a p a ?,
akupun tak tahu,
inilah pertanyaan besarku,
adakah aku lupa kepada Dia?,
yang telah menuntunku,
Tuhanku Yang Esa,
FADILATURROHMAH
K1208087
30 November 2010
Kibar-kibar semangat
Sang agni berkobar liar
Berdetup dalam dada meletup-letup
Tegakkan kepala pertanda sangar
Jangan biarkan mulutmu mengatup
Teriakkan satu tekad
Tekad yang bulat
Pompalah dengan angin semangat
Kayuhlah dengan niat yang kuat
Bumbungkan asa setinggi khayalmu
Lejitkan ikhtiar, barengi bimbinganNYA
Kelak cita, cinta, dan citra ada di genggamanmu
06:04
041110
Sri Endahwati_Fadilaturrohmah_Zanuartin Anisyah_Ningtyas
_KESTARI_
Berdetup dalam dada meletup-letup
Tegakkan kepala pertanda sangar
Jangan biarkan mulutmu mengatup
Teriakkan satu tekad
Tekad yang bulat
Pompalah dengan angin semangat
Kayuhlah dengan niat yang kuat
Bumbungkan asa setinggi khayalmu
Lejitkan ikhtiar, barengi bimbinganNYA
Kelak cita, cinta, dan citra ada di genggamanmu
06:04
041110
Sri Endahwati_Fadilaturrohmah_Zanuartin Anisyah_Ningtyas
_KESTARI_
PENYESALAN YANG PANJANG
Mataku terbuka perlahan, kulihat jam beker di kamarku menunjukkan jam tiga dini hari. Aku tak tahu mengapa tiba-tiba terbangun. Tapi kurasa, aku tak salah terbangun saat ini. Ku dengar suara seseorang yang selalu membuatku kuat. Suara yang tak berhenti membuatku memahami arti hidup. Dia melantunkan ayat-ayat Alloh begitu fasih. Memecah keheningan malam kala itu. Namun…aku tak kuasa tuk segera menegakkan tubuhku dan melakukan hal yang sama. Seperti ada kekuatan yang dahsyat yang menghalangi jalanku. Aku hanya bisa terbaring dengan terus mendengar lantunan ayat-ayat indah itu.
Satu jam berlalu. Namun, Dia tak kunjung mengakhiri tadarusnya. Hingga coba ku kuatkan hatiku untuk bangkit dan mengikuti apa yang Dia lakukan. Tapi, begitu sulit kurasa. Raga ini terasa terpaku pada kasur yang empuk dan hangat ini. Kucoba tuk terus melawan, tapi sungguh…syaitan-syaitan terasa mengunci setiap otot-otot dalam tubuhku.
Hari berganti hari kejadian itu terus berulang. Sampai tak kusadari bahwa itu adalah sebuah petunjuk untukku, agar dapat mengikuti salah satu sunnahnya, yaitu sholat malam dan tadarus AlQur’an. Hingga hari ke tujuh kejadian berulang. Tapi kali ini dapat dengan mudah aku membuka kuncian syaitan.
Lantunan ayat-ayat Al Qur’an indah itu berkumandang merdu hingga menuntunku menyusuri lorong rumahku. Ku dekati perlahan, semakin nyaman kurasa masuk melalui sela-sela telinga ku. Hingga tak terasa sudah 10 menit aku berada di balik pintu tempat sholat di rumahku.
“Aaawww…!!!!”. Aku terkaget ketika Ayah menepuk pundakku dan berdiri di sampingku.
“Ada apa nduk, apa kamu tidak bisa tidur?”. Ayah bertanya padaku sambil memperlihatkan senyum termanisnya.
“E….E….tidak ada apa-apa Ayah, Aku hanya tersentuh ketika Ayah melantunkan ayat-ayat Al Qur’an dengan fasih dan indah, larut malam pula…”. Aku menjawab dengan muka memerah. Aku merasa kalah saing dengan Ayah sebagai kawula muda, yang seharusnya lebih maju satu langkah di depannya. Ayah terdiam memandangiku, Dia keheranan karena Aku tak seperti biasa masih tertidur pulas.
“E.hm, Ayah..aku...e..ijinkan aku untuk mengakuti jalanmu”. Kuberanikan diri untuk mengatakan isi hati dan gejolak hatiku.
“Apa maksudmu nduk?”. Ayah tak mengerti.
“Ehm..maksud Azizah, besok Azizah ingin mengaji bersama Ayah, seperti yang biasa Ayah lakukan”. Aku mengatakan keinginan yang sebelumnya begitu sulit ku ucapkan, seperti ada gengsi tersendiri bagiku. Ayah pun mengangguk sambil menunjukkan senyumnya yang sulit tergantikan, sambil lalu. Karena ku fikir masih terlalu larut malam itu, aku kembali menuju kamar mencoba memejamkan mata. Ketika jam dinding di ruang tengah menunjukkan pukul enam pagi, aku, Ibu dan adikku mempersiapkan sarapan. Ayah yang biasanya mengawali pagi, justru masih terbaring di kamar tengah. Aku mencoba membangunkan Ayah, karena kulihat Ibu masih sibuk mengurusi adik..
“Ayah…sudah hampir jam tujuh…”. Aku mencoba mengingatkan. Aku heran mengapa Ayah tak kunjung terbangun. Padahal biasanya, Ia begitu sensitif ketika mendengar suara pintu terbuka. Untuk mengobati rasa penasaran, Aku mencoba mendekat dan Ku gerak-gerakkan perlahan tangan Ayah. Aku panik, kucoba meraba pergelangan tangan Ayah. Seakan tak percaya, namun ini nyata. Ayah telah tiada. Aku terkulai lemas, tubuhku terasa ikut pergi bersamanya. Aku hanya bisa meratapi dengan seonggok penyesalan.
“Ya Alloh…belum sempat cita-citaku mengaji bersamanya tercapai, Engkau telah memanggilnya”. Air mataku tak dapat lagi terbendung.
“Kenapa…Engkau hilangkan seyum termanis dan tak tergantikan itu, Juga tak sisakan suara merdunya ketika melantunkan ayat-ayatMu??? Ya Alloh jangan Kau panjangkan lagi penyesalan ini…”. Rintihku. Aku ingin ini adalah terakhir kalinya aku menunda sunnah-sunnahMu.
Fadila_’08
Satu jam berlalu. Namun, Dia tak kunjung mengakhiri tadarusnya. Hingga coba ku kuatkan hatiku untuk bangkit dan mengikuti apa yang Dia lakukan. Tapi, begitu sulit kurasa. Raga ini terasa terpaku pada kasur yang empuk dan hangat ini. Kucoba tuk terus melawan, tapi sungguh…syaitan-syaitan terasa mengunci setiap otot-otot dalam tubuhku.
Hari berganti hari kejadian itu terus berulang. Sampai tak kusadari bahwa itu adalah sebuah petunjuk untukku, agar dapat mengikuti salah satu sunnahnya, yaitu sholat malam dan tadarus AlQur’an. Hingga hari ke tujuh kejadian berulang. Tapi kali ini dapat dengan mudah aku membuka kuncian syaitan.
Lantunan ayat-ayat Al Qur’an indah itu berkumandang merdu hingga menuntunku menyusuri lorong rumahku. Ku dekati perlahan, semakin nyaman kurasa masuk melalui sela-sela telinga ku. Hingga tak terasa sudah 10 menit aku berada di balik pintu tempat sholat di rumahku.
“Aaawww…!!!!”. Aku terkaget ketika Ayah menepuk pundakku dan berdiri di sampingku.
“Ada apa nduk, apa kamu tidak bisa tidur?”. Ayah bertanya padaku sambil memperlihatkan senyum termanisnya.
“E….E….tidak ada apa-apa Ayah, Aku hanya tersentuh ketika Ayah melantunkan ayat-ayat Al Qur’an dengan fasih dan indah, larut malam pula…”. Aku menjawab dengan muka memerah. Aku merasa kalah saing dengan Ayah sebagai kawula muda, yang seharusnya lebih maju satu langkah di depannya. Ayah terdiam memandangiku, Dia keheranan karena Aku tak seperti biasa masih tertidur pulas.
“E.hm, Ayah..aku...e..ijinkan aku untuk mengakuti jalanmu”. Kuberanikan diri untuk mengatakan isi hati dan gejolak hatiku.
“Apa maksudmu nduk?”. Ayah tak mengerti.
“Ehm..maksud Azizah, besok Azizah ingin mengaji bersama Ayah, seperti yang biasa Ayah lakukan”. Aku mengatakan keinginan yang sebelumnya begitu sulit ku ucapkan, seperti ada gengsi tersendiri bagiku. Ayah pun mengangguk sambil menunjukkan senyumnya yang sulit tergantikan, sambil lalu. Karena ku fikir masih terlalu larut malam itu, aku kembali menuju kamar mencoba memejamkan mata. Ketika jam dinding di ruang tengah menunjukkan pukul enam pagi, aku, Ibu dan adikku mempersiapkan sarapan. Ayah yang biasanya mengawali pagi, justru masih terbaring di kamar tengah. Aku mencoba membangunkan Ayah, karena kulihat Ibu masih sibuk mengurusi adik..
“Ayah…sudah hampir jam tujuh…”. Aku mencoba mengingatkan. Aku heran mengapa Ayah tak kunjung terbangun. Padahal biasanya, Ia begitu sensitif ketika mendengar suara pintu terbuka. Untuk mengobati rasa penasaran, Aku mencoba mendekat dan Ku gerak-gerakkan perlahan tangan Ayah. Aku panik, kucoba meraba pergelangan tangan Ayah. Seakan tak percaya, namun ini nyata. Ayah telah tiada. Aku terkulai lemas, tubuhku terasa ikut pergi bersamanya. Aku hanya bisa meratapi dengan seonggok penyesalan.
“Ya Alloh…belum sempat cita-citaku mengaji bersamanya tercapai, Engkau telah memanggilnya”. Air mataku tak dapat lagi terbendung.
“Kenapa…Engkau hilangkan seyum termanis dan tak tergantikan itu, Juga tak sisakan suara merdunya ketika melantunkan ayat-ayatMu??? Ya Alloh jangan Kau panjangkan lagi penyesalan ini…”. Rintihku. Aku ingin ini adalah terakhir kalinya aku menunda sunnah-sunnahMu.
Fadila_’08
03 November 2010
Kerasnya Hidup
Yunianto DH. (Bastind’07)
Dari balik gunung
Kulihat kumpulan tulang menuju ke sawah
Dengan urat nadi yang tampak di permukaan tubuhnya
Seorang kakek yang hidup sebatang kara
Mulai bekerja, mengayunkan pacul berkaratnya
Ditemani sengatan matahari di sekujur tubuhnya
Terdengar hembusan nafas yang tak teratur lagi
Begitulah hidupnya
Demi sesuap nasi untuk melanjutkan hidupnya
Keras memang
Namun, itu jalan hidup yang harus ditempuh
Tak mau dia meminta dan mengaharap belas kasih
Dari orang lain
Anak, istrinya tlah tiada meninggalkan dirinya
Karena 10 tahun lalu dibunuh oleh perampok
Yang tak punya hati dan perasaan
Itulah hidup
Begitu keras
Dan keras
Dari balik gunung
Kulihat kumpulan tulang menuju ke sawah
Dengan urat nadi yang tampak di permukaan tubuhnya
Seorang kakek yang hidup sebatang kara
Mulai bekerja, mengayunkan pacul berkaratnya
Ditemani sengatan matahari di sekujur tubuhnya
Terdengar hembusan nafas yang tak teratur lagi
Begitulah hidupnya
Demi sesuap nasi untuk melanjutkan hidupnya
Keras memang
Namun, itu jalan hidup yang harus ditempuh
Tak mau dia meminta dan mengaharap belas kasih
Dari orang lain
Anak, istrinya tlah tiada meninggalkan dirinya
Karena 10 tahun lalu dibunuh oleh perampok
Yang tak punya hati dan perasaan
Itulah hidup
Begitu keras
Dan keras
21 Agustus 2010
Mahasiswa dan Suara Jelata
Oleh: Yanuri Natalia S. (Bastind’09)
Gemuruh langkah penuh kepastian
Teriakkan seribu perubahan aneka problema kehidupan
Larutkan jiwa ke dalam segala ambisi-ambisi nyata
Mahasiswa…
Gerak langkahmu masa depan negeriku
Kami alunkan suara rakyat
Suara hati
Suara ketidakadilan ini
Suara kemungkaran segala negeriku
Yang selalu bergelimang kecemburuan hati
Kepada sang pemimpin negeri
Lihat dan tengoklah kami
Kami yang membawa hati rakyatmu
Kami yang haus akan keadilan
Segenap kami disini
Coba tuk mengusik para bonekamu disana
Yang selalu diselimuti diri tanpa nurani
Rakyatmu tak sudi lihat mereka jika terus dibohongi
Terus diperas tuk sekedar memberinya mobil-mobil mewah
Tapi jangan juga kau lupakan
Jeritan-jeritan kemiskinan
Di bawah lintasan-lintasan mobil mewahmu
Di pinggir segala perubahan negeri
Mereka juga butuh makan…
Janganlah kau tutupi segala KEMUNAFIKAN negeri ini!!!
Penuhi suara kami… bawa kami ke alam KEADILAN!!!
Gemuruh langkah penuh kepastian
Teriakkan seribu perubahan aneka problema kehidupan
Larutkan jiwa ke dalam segala ambisi-ambisi nyata
Mahasiswa…
Gerak langkahmu masa depan negeriku
Kami alunkan suara rakyat
Suara hati
Suara ketidakadilan ini
Suara kemungkaran segala negeriku
Yang selalu bergelimang kecemburuan hati
Kepada sang pemimpin negeri
Lihat dan tengoklah kami
Kami yang membawa hati rakyatmu
Kami yang haus akan keadilan
Segenap kami disini
Coba tuk mengusik para bonekamu disana
Yang selalu diselimuti diri tanpa nurani
Rakyatmu tak sudi lihat mereka jika terus dibohongi
Terus diperas tuk sekedar memberinya mobil-mobil mewah
Tapi jangan juga kau lupakan
Jeritan-jeritan kemiskinan
Di bawah lintasan-lintasan mobil mewahmu
Di pinggir segala perubahan negeri
Mereka juga butuh makan…
Janganlah kau tutupi segala KEMUNAFIKAN negeri ini!!!
Penuhi suara kami… bawa kami ke alam KEADILAN!!!
16 Mei 2010
KARYA ANAK 2009
BUNGA TIDUR
Erwin
Menatap bulan dimalam hari,,,
Tak seindah saat dua hati pisah,,,.
Tersebut satu nama dihati,,,
Kini telah pergi tak lagi singgah…
Aku dan langkahku,,,
Telusuri jejak yang kau tinggalkan,,,
Aku dan hatiku,,,
Tak mudah kau ku lupakan…
Apa kabarmu…???
Ingatkah kau dengan kananganku…??
Aku merindumu,,,
N slalu terpikir dirimu…
Senyum, canda, tawa, N semua darimu,,,
Kurasakan cepat berlalu,,,
Setelah terbitnya mentari dari timur,,,
Hati kembali sunyi tak terhibur,,,
Karena yang kurasakan semalam terjadi di bunga tidur…
BUTIRAN-BUTIRAN CINTA
Karya : evayumna
Perindu kejujuran
DESIR ANGIN SENJA REDAKAN KELELAHAN
HADIRKAN PUISI HATI PUISI BERJIWA
BUTIRAN-BUTIRAN BERMAKNA HADIR MENGEMUKA
KELEMBUTAN UNDANG KEDAMAIAN.
RONA SENJA BERPESONA HAPUSKAN KELETIHAN
HADIRKAN PUISI HATI PUISI BERJIWA
BUTIRAN-BUTIRAN BERMAKNA HADIR MENGEMUKA
KEELOKAN PANGGIL KEBAHGIAAN
KEDAMAIAN, KEBAHGIAN DI SINI TAKAN ABADI
KU COBA MENGERTI, KU COBA MENYADARI
NAMUN KUINGIN KEABADIAN
ADAKAH ITU, TAHUKAH KANU?
NIKMAT SANG ILLAHI
Satriyo Jati
Dalam keheningan malam
Damai merasuk dalam kalbu
Bertabur bintang-bintang kehidupan
Sinar rembulan menambah hangatnya suasana
Mengingatkan kita semua
Akan kuasa Illahi
Yang tak kan sirna oleh jalannya waktu
Benak pun mulai bersandar
Lepaskan sejenak beban di jiwa
Belajar memahami arti hidup
Bukan derita maupun nestapa
Bukan putus asa ataupun penyesalan
Melainkan mensyukuri setiap nikmatNya
Serta melaksanakan setiap perintahNya
PESAN UNTUK AYAH
Ningtias
2 Februari 2006
06:28:20
Ayah, adik kangen kapan ayah pulang?
3 Februari 2006
06:31:19
Ayah, hari ini Ibu masak kari ayam,
kesukaan ayah. Ayah pulang jam berapa?
3 Februari 2006
22:45:27
Ayah jangan pulang larut malam ya..
Kasihan Ibu menunggu lama..
5 Februari 2006
04:05:31
Ayah,, sudah waktunya subuh..
Mengapa lama sekali ayah tidak mengimami kami..
5 Februari 2006
23:23:25
Ayah.. ibu sakit, badannya panas..
Ayah pulang jam berapa..
7 Februari 2006
06:08:11
Ayah.. kalau pulang tolong jenguk Ibu..
Di rumah Sakit Dr. Andre R. Mawar No. 2
8 Februari 2006
07:32:17
Ayah tolong bujuk Ibu untuk minum obat..
14 Februari 2006
03:12:11
Ayah.. Ibu kritis..
14 Februari 2006
14:14:06
Ayah.. Ibu ulang tahun..
Kami merayakannya di pemakaman..
Ayah tidak perlu datang..
Cerita Negeriku
Ra-3
Negeri ini hebat,
rakyatnya kuat,
pola pikir nan juga cekatan,
Sumber daya melimpah,
otak cerdas berkualitas
Ulet juga terampil,
ciptakan karya-karya baru
Api semangat tak pernah padam
Kobarkan sang merah putih
Di belahan bumi tercinta ini
Semakin makmur...
Semakin sejahtera...
Semakin berkembang...
Damai, aman, tenteram...
Tapi ... tengoklah sekeliling kita...
Ribuan bayi mati busung lapar,
Ribuan anak tak mengenyam pendidikan,
Ribuan pengemis meminta di jalanan,
Ribuan remaja jadi pengangguran,
Ribuan remaja tak punya masa depan,
Ribuan orang takbisa berobat,
Kriminalitas merajalela dimana-mana,
Inikah damai, aman, sejahtera, tenteram?
Kenapa? Kenapa ini bisa terjadi?
Kemana perginya para cendekiawan?
Kemana perginya para pakar-pakar ilmuwan?
Kemana perginya para pejabat-pejabat kaya?
Kemana perginya para intelektual?
Kemana harta, ilmu, kekayaan, intelektual tinggi yang selalu dibangga-banggakan???
Untuk apa semua itu dibanggakan jika tak mau saling berbagi?
Untuk apa semua itu dimiliki tanpa ada rasa peduli?
Mari saudaraku...
Buka mata, buka hati, buka pikiran kita...
Gugah semangat hati kita tuk berbagi...
Saatnya kita yang harus peduli,
Hidup berjiwa sosial tinggi
PERJUANGAN DI KALA MALAM ITU
Yanuri Natalia S.
Desiran peluru-peluru tajam
Dentuman meriam seakan berteriak-teriak
Goyahkan heningnya sudut kota malam
Sesering kali suara jeritan terdengar
Menggetarkan nurani jiwa
Sayup-sayup hentakan langkah dari timur
Semakin mendekat…
Dan semakin dekat…
SERANG!!!...Ayo maju!!...
Itulah yang ikut membawa langkah kemajuan para pembela negeri…
Tampak di sudut-sudut bangunan
Nyawa-nyawa yang melayang
Tergeletak tubuh penuh ceceran merah kental dan masih mengalir
Malam yang membawa sejuta harapan
Tak cukup antarkan kami ke dalam
Kedamaian…
Sungguh banyak pengorbanan para Pahlawanku
Tuk sorakkan kemenangan
Dan kemerdekaan..
Tubuh-tubuh penuh lebam
Raut muka penuh secercah harapan
Menanti suara kemerdekaan
Menanti dan tetap maju melawan
Segaris jalan puisi
***
Hari ini puisiku kembali bercerita
tentang kamu
senyum kamu
bahagia kamu
canda kamu
Kemarin puisiku
bercerita tentang kamu
Hati kamu
Perasaan kamu
Cinta kamu
Kemarin lusa puisiku
bercerita lagi
Sedih kamu
Lara kamu
Pedih kamu
Kemarin lusa dan lusa berikutnya
Puisiku masih merangkum
Cerita tentang kamu
Puisiku bergambar
Ketulusan cintaku
Padamu…
JIKA
***
Jika kau tak menduakanku
Kau tak meninggalkanku
Ku kan setia padamu
Jika kau tak membuat luka
Yang tak dapat ku lupa
Aku pasti setia
Namun kau tlah memilih
Dia sbagai pengganti aku
Lupakan aku, bila mencintai hanya setengah hati
Ku rasa sampai di sini
Lihatlah aku
Selalu tegar dan tak rapuh
Sejenak aku berdiri
Namun ku tak merasa letih
Malam bumi ini berhenti
Dan langitpun tlah lelah
Aku takkan kembali
karna kau tlah membuat luka
Yang tak dapat ku lupa
Selamaku bernyawa
Ket: *** = pengirim tidak mencantumkan nama. Mungkin setelah membaca blog ini bisa segera menghubungi tim redakturnya. Terima Kasih.
Erwin
Menatap bulan dimalam hari,,,
Tak seindah saat dua hati pisah,,,.
Tersebut satu nama dihati,,,
Kini telah pergi tak lagi singgah…
Aku dan langkahku,,,
Telusuri jejak yang kau tinggalkan,,,
Aku dan hatiku,,,
Tak mudah kau ku lupakan…
Apa kabarmu…???
Ingatkah kau dengan kananganku…??
Aku merindumu,,,
N slalu terpikir dirimu…
Senyum, canda, tawa, N semua darimu,,,
Kurasakan cepat berlalu,,,
Setelah terbitnya mentari dari timur,,,
Hati kembali sunyi tak terhibur,,,
Karena yang kurasakan semalam terjadi di bunga tidur…
BUTIRAN-BUTIRAN CINTA
Karya : evayumna
Perindu kejujuran
DESIR ANGIN SENJA REDAKAN KELELAHAN
HADIRKAN PUISI HATI PUISI BERJIWA
BUTIRAN-BUTIRAN BERMAKNA HADIR MENGEMUKA
KELEMBUTAN UNDANG KEDAMAIAN.
RONA SENJA BERPESONA HAPUSKAN KELETIHAN
HADIRKAN PUISI HATI PUISI BERJIWA
BUTIRAN-BUTIRAN BERMAKNA HADIR MENGEMUKA
KEELOKAN PANGGIL KEBAHGIAAN
KEDAMAIAN, KEBAHGIAN DI SINI TAKAN ABADI
KU COBA MENGERTI, KU COBA MENYADARI
NAMUN KUINGIN KEABADIAN
ADAKAH ITU, TAHUKAH KANU?
NIKMAT SANG ILLAHI
Satriyo Jati
Dalam keheningan malam
Damai merasuk dalam kalbu
Bertabur bintang-bintang kehidupan
Sinar rembulan menambah hangatnya suasana
Mengingatkan kita semua
Akan kuasa Illahi
Yang tak kan sirna oleh jalannya waktu
Benak pun mulai bersandar
Lepaskan sejenak beban di jiwa
Belajar memahami arti hidup
Bukan derita maupun nestapa
Bukan putus asa ataupun penyesalan
Melainkan mensyukuri setiap nikmatNya
Serta melaksanakan setiap perintahNya
PESAN UNTUK AYAH
Ningtias
2 Februari 2006
06:28:20
Ayah, adik kangen kapan ayah pulang?
3 Februari 2006
06:31:19
Ayah, hari ini Ibu masak kari ayam,
kesukaan ayah. Ayah pulang jam berapa?
3 Februari 2006
22:45:27
Ayah jangan pulang larut malam ya..
Kasihan Ibu menunggu lama..
5 Februari 2006
04:05:31
Ayah,, sudah waktunya subuh..
Mengapa lama sekali ayah tidak mengimami kami..
5 Februari 2006
23:23:25
Ayah.. ibu sakit, badannya panas..
Ayah pulang jam berapa..
7 Februari 2006
06:08:11
Ayah.. kalau pulang tolong jenguk Ibu..
Di rumah Sakit Dr. Andre R. Mawar No. 2
8 Februari 2006
07:32:17
Ayah tolong bujuk Ibu untuk minum obat..
14 Februari 2006
03:12:11
Ayah.. Ibu kritis..
14 Februari 2006
14:14:06
Ayah.. Ibu ulang tahun..
Kami merayakannya di pemakaman..
Ayah tidak perlu datang..
Cerita Negeriku
Ra-3
Negeri ini hebat,
rakyatnya kuat,
pola pikir nan juga cekatan,
Sumber daya melimpah,
otak cerdas berkualitas
Ulet juga terampil,
ciptakan karya-karya baru
Api semangat tak pernah padam
Kobarkan sang merah putih
Di belahan bumi tercinta ini
Semakin makmur...
Semakin sejahtera...
Semakin berkembang...
Damai, aman, tenteram...
Tapi ... tengoklah sekeliling kita...
Ribuan bayi mati busung lapar,
Ribuan anak tak mengenyam pendidikan,
Ribuan pengemis meminta di jalanan,
Ribuan remaja jadi pengangguran,
Ribuan remaja tak punya masa depan,
Ribuan orang takbisa berobat,
Kriminalitas merajalela dimana-mana,
Inikah damai, aman, sejahtera, tenteram?
Kenapa? Kenapa ini bisa terjadi?
Kemana perginya para cendekiawan?
Kemana perginya para pakar-pakar ilmuwan?
Kemana perginya para pejabat-pejabat kaya?
Kemana perginya para intelektual?
Kemana harta, ilmu, kekayaan, intelektual tinggi yang selalu dibangga-banggakan???
Untuk apa semua itu dibanggakan jika tak mau saling berbagi?
Untuk apa semua itu dimiliki tanpa ada rasa peduli?
Mari saudaraku...
Buka mata, buka hati, buka pikiran kita...
Gugah semangat hati kita tuk berbagi...
Saatnya kita yang harus peduli,
Hidup berjiwa sosial tinggi
PERJUANGAN DI KALA MALAM ITU
Yanuri Natalia S.
Desiran peluru-peluru tajam
Dentuman meriam seakan berteriak-teriak
Goyahkan heningnya sudut kota malam
Sesering kali suara jeritan terdengar
Menggetarkan nurani jiwa
Sayup-sayup hentakan langkah dari timur
Semakin mendekat…
Dan semakin dekat…
SERANG!!!...Ayo maju!!...
Itulah yang ikut membawa langkah kemajuan para pembela negeri…
Tampak di sudut-sudut bangunan
Nyawa-nyawa yang melayang
Tergeletak tubuh penuh ceceran merah kental dan masih mengalir
Malam yang membawa sejuta harapan
Tak cukup antarkan kami ke dalam
Kedamaian…
Sungguh banyak pengorbanan para Pahlawanku
Tuk sorakkan kemenangan
Dan kemerdekaan..
Tubuh-tubuh penuh lebam
Raut muka penuh secercah harapan
Menanti suara kemerdekaan
Menanti dan tetap maju melawan
Segaris jalan puisi
***
Hari ini puisiku kembali bercerita
tentang kamu
senyum kamu
bahagia kamu
canda kamu
Kemarin puisiku
bercerita tentang kamu
Hati kamu
Perasaan kamu
Cinta kamu
Kemarin lusa puisiku
bercerita lagi
Sedih kamu
Lara kamu
Pedih kamu
Kemarin lusa dan lusa berikutnya
Puisiku masih merangkum
Cerita tentang kamu
Puisiku bergambar
Ketulusan cintaku
Padamu…
JIKA
***
Jika kau tak menduakanku
Kau tak meninggalkanku
Ku kan setia padamu
Jika kau tak membuat luka
Yang tak dapat ku lupa
Aku pasti setia
Namun kau tlah memilih
Dia sbagai pengganti aku
Lupakan aku, bila mencintai hanya setengah hati
Ku rasa sampai di sini
Lihatlah aku
Selalu tegar dan tak rapuh
Sejenak aku berdiri
Namun ku tak merasa letih
Malam bumi ini berhenti
Dan langitpun tlah lelah
Aku takkan kembali
karna kau tlah membuat luka
Yang tak dapat ku lupa
Selamaku bernyawa
Ket: *** = pengirim tidak mencantumkan nama. Mungkin setelah membaca blog ini bisa segera menghubungi tim redakturnya. Terima Kasih.
05 Maret 2010
Pendaftaran LKMM Tingkat Dasar
Rabu, 03 Maret 10 - oleh : Biro Adm. Kemahasiswaan UNS
Diinformasikan kepada mahasiswa bahwa dalam rangka Dies Natalis UNS ke 34 Biro Adm. Kemahasiswaan akan menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Dasar yang akan diselenggarakan pada tanggal 23-26 Maret di Ruang Sidang Biro Adm. Kemahasiswaan. Setiap fakultas diharapkan mengirimkan peserta sebanyak 6 orang mahasiswa kecuali FKIP 12 mahasiswa. Peserta diutamakan yang aktif mengikuti kegiatan ormawa. Peserta langsung mendaftar ke Biro Adm. Kemahasiswaan paling lambat 15 Maret 2010 (akan ditutup sewaktu-waktu apabila kuota peserta telah terpenuhi).
Diinformasikan kepada mahasiswa bahwa dalam rangka Dies Natalis UNS ke 34 Biro Adm. Kemahasiswaan akan menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Dasar yang akan diselenggarakan pada tanggal 23-26 Maret di Ruang Sidang Biro Adm. Kemahasiswaan. Setiap fakultas diharapkan mengirimkan peserta sebanyak 6 orang mahasiswa kecuali FKIP 12 mahasiswa. Peserta diutamakan yang aktif mengikuti kegiatan ormawa. Peserta langsung mendaftar ke Biro Adm. Kemahasiswaan paling lambat 15 Maret 2010 (akan ditutup sewaktu-waktu apabila kuota peserta telah terpenuhi).
14 Januari 2010
Lomba Resensi buku HUSH HUSH karya BECCA FITZPATRICK
Hadiah:
Juara I
* Uang tunai senilai Rp. 700.000,-
* Voucher belanja buku Ufuk apa saja senilai nominal Rp. 1.000.000,-
* Piagam Penghargaan
Juara II
* Uang tunai senilai Rp. 500.000,-
* Voucher belanja buku Ufuk apa saja senilai nominal Rp. 750.000,-
* Piagam Penghargaan
Juara III
* Uang tunai senilai Rp. 300.000,-
* Voucher belanja buku Ufuk apa saja senilai nominal Rp. 500.000,-
* Piagam Penghargaan
Persyaratan dan ketentuan lomba sebagai berikut:
- Lomba terbuka untuk warga negara Indonesia.
- Resensi berupa karya asli, bukan terjemahan atau saduran.
- Panjang resensi sejumlah 400 – 500 kata
- Hasil resensi diposting di blog pribadi masing-masing dan atau website
- Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 resensi, namun di dalam blog/website yang berbeda
- Peserta bukan karyawan Penerbit Ufuk
- Kirimkan email berisi link resensi tersebut dan biodata plus foto kamu ke lombaufuk@gmail.com paling lambat 15 April 2010, cantumkan “Lomba Resensi HUSH HUSH” di subject email
- Pemenang akan diumumkan di situs Ufuk (www.ufukpress.com) dan juga via email tanggal 30 April 2010
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi Redaksi Ufuk
Email: redaksi@ufukpress.com
No telp: 021-7976587 ext 1 (editorial) atau 08561072712
atau simak: http://nyanyianbahasa.wordpress.com/2010/01/07/lomba-resensi-buku-hush-hush-karya-becca-fitzpatrick/
ringkasan novelnya ada di http://ufukpress.com/modules.php?name=Katalog&op=tampilbuku&bid=157
Juara I
* Uang tunai senilai Rp. 700.000,-
* Voucher belanja buku Ufuk apa saja senilai nominal Rp. 1.000.000,-
* Piagam Penghargaan
Juara II
* Uang tunai senilai Rp. 500.000,-
* Voucher belanja buku Ufuk apa saja senilai nominal Rp. 750.000,-
* Piagam Penghargaan
Juara III
* Uang tunai senilai Rp. 300.000,-
* Voucher belanja buku Ufuk apa saja senilai nominal Rp. 500.000,-
* Piagam Penghargaan
Persyaratan dan ketentuan lomba sebagai berikut:
- Lomba terbuka untuk warga negara Indonesia.
- Resensi berupa karya asli, bukan terjemahan atau saduran.
- Panjang resensi sejumlah 400 – 500 kata
- Hasil resensi diposting di blog pribadi masing-masing dan atau website
- Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 resensi, namun di dalam blog/website yang berbeda
- Peserta bukan karyawan Penerbit Ufuk
- Kirimkan email berisi link resensi tersebut dan biodata plus foto kamu ke lombaufuk@gmail.com paling lambat 15 April 2010, cantumkan “Lomba Resensi HUSH HUSH” di subject email
- Pemenang akan diumumkan di situs Ufuk (www.ufukpress.com) dan juga via email tanggal 30 April 2010
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi Redaksi Ufuk
Email: redaksi@ufukpress.com
No telp: 021-7976587 ext 1 (editorial) atau 08561072712
atau simak: http://nyanyianbahasa.wordpress.com/2010/01/07/lomba-resensi-buku-hush-hush-karya-becca-fitzpatrick/
ringkasan novelnya ada di http://ufukpress.com/modules.php?name=Katalog&op=tampilbuku&bid=157
08 Januari 2010
PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI 2010
Ayo tunjukkan motivasi dan keberanianmu untuk menjadi Mawapres FKIP 2010...!!!
These are the qualification:
1. Mahasiswa Semester VI / VIII
2. WNI dan memiliki KARMAS
3. Umur di bawah 24 thn
4. IPK minimal 3,00 20%
5. Karya tulis dan presentasi 30%
6. Kemampuan Bahasa Inggris 25%
7. Kegiatan Intra-ekstra kampus (keorganisasian dan aktifitas akademik seperti
keikutsertaan dalam sebuah seminar, workshop atau training 25%
Segera daftar ke JURUSAN kalian masing-masing, dengan menyerahkan:
1. Karya Ilmiah (Buku Pedoman Karya Tulis Mawapres bisa dipinjam ke mawa FKIP atau download
2. Daftar riwayat hidup
3. Foto copy yang dilegalisir: Sertifikat/ Piagam kegiatan Intra/ekstra kurikuler
4. Abstrak Ringkasan Karya Tulis berbahasa Inggris maksimal 2 halaman
5. Foto copy Kartu Mahasiswa dilegalisir
Masing-masing rangkap 5.
Paling lambat tgl 4 Februari 2009.
HIMPROBSI FKIP UNS
These are the qualification:
1. Mahasiswa Semester VI / VIII
2. WNI dan memiliki KARMAS
3. Umur di bawah 24 thn
4. IPK minimal 3,00 20%
5. Karya tulis dan presentasi 30%
6. Kemampuan Bahasa Inggris 25%
7. Kegiatan Intra-ekstra kampus (keorganisasian dan aktifitas akademik seperti
keikutsertaan dalam sebuah seminar, workshop atau training 25%
Segera daftar ke JURUSAN kalian masing-masing, dengan menyerahkan:
1. Karya Ilmiah (Buku Pedoman Karya Tulis Mawapres bisa dipinjam ke mawa FKIP atau download
2. Daftar riwayat hidup
3. Foto copy yang dilegalisir: Sertifikat/ Piagam kegiatan Intra/ekstra kurikuler
4. Abstrak Ringkasan Karya Tulis berbahasa Inggris maksimal 2 halaman
5. Foto copy Kartu Mahasiswa dilegalisir
Masing-masing rangkap 5.
Paling lambat tgl 4 Februari 2009.
HIMPROBSI FKIP UNS
Peluncuran dan Diskusi Buku Karya Dr. Soedjatmoko (1922-1989)
Buku " Asia di Mata Soedjatmoko" dan "Menjadi Bangsa Terdidik menurut Soedjatmoko" terbitan Kompas Gramedia akan dibedah dan didiskusikan isinya pada:
Hari/tanggal: Senin, 11 Januari 2010
Pukul : 09.30 - 13.00
Tempat : Balai Soedjatmoko, Jl. Slamet Riyadi 284 Surakarta
Moderator: Bandung Mawardi
Pembicara: Dr. Karlina Supeli
Prof. Dr. Mohtar Mas'oed
Prof. Dr. Heru Nugroho
Acara: Pembukaan
Peluncuran Buku
Diskusi Buku
Penutup
Hari/tanggal: Senin, 11 Januari 2010
Pukul : 09.30 - 13.00
Tempat : Balai Soedjatmoko, Jl. Slamet Riyadi 284 Surakarta
Moderator: Bandung Mawardi
Pembicara: Dr. Karlina Supeli
Prof. Dr. Mohtar Mas'oed
Prof. Dr. Heru Nugroho
Acara: Pembukaan
Peluncuran Buku
Diskusi Buku
Penutup
04 Desember 2009
PENAWARAN BEASISWA BBM
Masing-masing rangkap 2 (dua) Eksemplar
harap blanko diisi dan di print, berkas disahkan pimpinan dan dikumpulkan dibagian Kemahasiswaan FKIP UNS.
Untuk Beasiswa PPA dimasukkan kedalam map warna merah
Untuk Berkas Beasiswa BBM Dimasukkan Kedalam Map warna hijau
Untuk beasiswa selain BBM dan PPA dimasukkan map warna kuning masing-masing dibuat rangkap 3 (tiga) eksemplar.
Syarat-syarat yang lain :
1. Fotocopi nilai UAN ( dilegalisir KTU FKIP UNS )
2. Fotocopi KARMAS ( dilegalisir KTU FKIP UNS )
3. Pekerjaan orang tua dan penghasilan orang tua diketahui lurah, PNS menggunakan Slip Gaji orang tua.
4. Fotocopy KK ( Kartu Keluarga )
5. Pas Foto 3X4 cm = 2 Lembar
Surat Bebas Beasiswa
Syarat Untuk Mendapatkan Surat Bebas Beasiswa
1. Membawa Surat Keterangan Lulus dari Bagian Pendidikan
harap blanko diisi dan di print, berkas disahkan pimpinan dan dikumpulkan dibagian Kemahasiswaan FKIP UNS.
Untuk Beasiswa PPA dimasukkan kedalam map warna merah
Untuk Berkas Beasiswa BBM Dimasukkan Kedalam Map warna hijau
Untuk beasiswa selain BBM dan PPA dimasukkan map warna kuning masing-masing dibuat rangkap 3 (tiga) eksemplar.
Syarat-syarat yang lain :
1. Fotocopi nilai UAN ( dilegalisir KTU FKIP UNS )
2. Fotocopi KARMAS ( dilegalisir KTU FKIP UNS )
3. Pekerjaan orang tua dan penghasilan orang tua diketahui lurah, PNS menggunakan Slip Gaji orang tua.
4. Fotocopy KK ( Kartu Keluarga )
5. Pas Foto 3X4 cm = 2 Lembar
Surat Bebas Beasiswa
Syarat Untuk Mendapatkan Surat Bebas Beasiswa
1. Membawa Surat Keterangan Lulus dari Bagian Pendidikan
01 Desember 2009
LOMBA CIPTA CERPEN TINGKAT MAHASISWA SE-INDONESIA DISELENGGARAKAN OLEH LEMBAGA PERS MAHASISWA (LPM) OBSESI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) P
* TEMA
Kisah cinta dengan latar belakang budaya santri
* KETENTUAN
1. Melampirkan copy Kartu Mahasiswa yang masih berlaku;
2. Cerpen diketik dengan hurup time new roman size 12, batasan 5-10 halaman;
3. Cerpen yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun;
4. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 judul saja dari karya terbaiknya;
5. Melampirkan biografi singkat maksimal 1 halaman;
6. Semua hal tersebut diemailkan ke obsesipress@gmail.com ;
7. Batas terakhir penerimaan naskah 15 Desember 2009.
* PENGUMUMAN NOMINATOR DAN PEMENANG
1 Januari 2010
* HADIAH
1. Bagi cerpen nominator dan cerpen pemenang akan dibukukan eksklusif oleh Penerbit OBSESI Press, 3 cerpen pemenang, dan 27 cerpen nominator;
2. Bagi Juara ke-1 mendapatkan uang Rp 1.000.000; Juara ke-2 Rp.750.000; Juara ke-3 Rp 500.000 ;
3. Baik nominator maupun pemenang diberi hak mendapatkan buku bunga rampai cerpen tersebut 2 eksemplar, dan masing-masing akan mendapatkan Piagam Penghargaan ;
4. Baik hadiah maupun buku cerpen tersebut hanya akan diberikan jika yang bersangkutan hadir pada acara "Peluncuran dan Diskusi Buku Cerpen Pemenang Lomba Nasional" pada Senin 8 Februari 2010 ;
5. Jika yang bersangkutan berhalangan hadir, maka disilahkan menghubungi Panitia (PU LPM OBSESI Edo Ahmad Baedowi 08529 3001 761/ Faqih Hamdani 085227 379 226), dan buku cerpen akan dikirim jika sudah mengirim ongkos pengganti biaya kirim.
* DEWAN JURI
1. Joni Ariadinata (Redaktur Pelaksana majalah sastra HORISON, Cerpenis, Editor Ahli);
2. Abdul Wachid B.S. (Sastrawan, Kritikus Sastra, dan Dosen STAIN Purwokerto);
3. Heru Kurniawan, S.Pd., M.A. (Sastrawan, dan Dosen STAIN Purwokerto).
Buku cerpen "Rendezvous di Tepi Serayu" ini memuat karya terbaik cerpen "Pulung" karya Mahwi Air Tawar, cerpen "Prada" karya Agus Hariyanto", dan cerpen "Ada Melati dalam al-Qur'an" karya Eko Triono. Di samping itu, ada 27 cerpen nominator karya cerpenis dari berbagai perguruan tinggi dari Sabang sampai Merauke. (Dapat dipesan melalui facebook ini: harga @ Rp.40.000,- diskon 30%, ongkos kirim ditanggung pembeli)
Infoselengkapnya kunjungi laman di bawah ini:
http://gulagumantung.blogspot.com/
Kisah cinta dengan latar belakang budaya santri
* KETENTUAN
1. Melampirkan copy Kartu Mahasiswa yang masih berlaku;
2. Cerpen diketik dengan hurup time new roman size 12, batasan 5-10 halaman;
3. Cerpen yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun;
4. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 judul saja dari karya terbaiknya;
5. Melampirkan biografi singkat maksimal 1 halaman;
6. Semua hal tersebut diemailkan ke obsesipress@gmail.com ;
7. Batas terakhir penerimaan naskah 15 Desember 2009.
* PENGUMUMAN NOMINATOR DAN PEMENANG
1 Januari 2010
* HADIAH
1. Bagi cerpen nominator dan cerpen pemenang akan dibukukan eksklusif oleh Penerbit OBSESI Press, 3 cerpen pemenang, dan 27 cerpen nominator;
2. Bagi Juara ke-1 mendapatkan uang Rp 1.000.000; Juara ke-2 Rp.750.000; Juara ke-3 Rp 500.000 ;
3. Baik nominator maupun pemenang diberi hak mendapatkan buku bunga rampai cerpen tersebut 2 eksemplar, dan masing-masing akan mendapatkan Piagam Penghargaan ;
4. Baik hadiah maupun buku cerpen tersebut hanya akan diberikan jika yang bersangkutan hadir pada acara "Peluncuran dan Diskusi Buku Cerpen Pemenang Lomba Nasional" pada Senin 8 Februari 2010 ;
5. Jika yang bersangkutan berhalangan hadir, maka disilahkan menghubungi Panitia (PU LPM OBSESI Edo Ahmad Baedowi 08529 3001 761/ Faqih Hamdani 085227 379 226), dan buku cerpen akan dikirim jika sudah mengirim ongkos pengganti biaya kirim.
* DEWAN JURI
1. Joni Ariadinata (Redaktur Pelaksana majalah sastra HORISON, Cerpenis, Editor Ahli);
2. Abdul Wachid B.S. (Sastrawan, Kritikus Sastra, dan Dosen STAIN Purwokerto);
3. Heru Kurniawan, S.Pd., M.A. (Sastrawan, dan Dosen STAIN Purwokerto).
Buku cerpen "Rendezvous di Tepi Serayu" ini memuat karya terbaik cerpen "Pulung" karya Mahwi Air Tawar, cerpen "Prada" karya Agus Hariyanto", dan cerpen "Ada Melati dalam al-Qur'an" karya Eko Triono. Di samping itu, ada 27 cerpen nominator karya cerpenis dari berbagai perguruan tinggi dari Sabang sampai Merauke. (Dapat dipesan melalui facebook ini: harga @ Rp.40.000,- diskon 30%, ongkos kirim ditanggung pembeli)
Infoselengkapnya kunjungi laman di bawah ini:
http://gulagumantung.blogspot.com/
LOMBA CIPTA PUISI RELIGIUS TINGKAT MAHASISWA SE-INDONESIA DISELENGGARAKAN OLEH DEWAN EKSKUTIF MAHASISWA (DEMA) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STA
* TEMA
"Puisi Religius"
* KETENTUAN UMUM
1. Melampirkan copy Kartu Mahasiswa yang masih berlaku;
2. Puisi diketik dengan hurup time new roman size 12, di antara baris spasi 1, di antara bait spasi direnggangkan ;
3. Puisi yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun;
4. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 5 judul puisi dari karya terbaiknya;
5. Melampirkan biografi singkat maksimal 1 halaman;
6. Semua hal tersebut diemailkan ke obsesipress@gmail.com ;
7. Batas terakhir penerimaan naskah 14 Desember 2009.
* PENGUMUMAN NOMINATOR DAN PEMENANG PUISI
1 Januari 2010
* HADIAH
1. Bagi puisi nominator dan puisi pemenang akan dibukukan eksklusif oleh Penerbit OBSESI Press: 3 judul puisi pemenang, dan puisi-puisi nominator;
2. Bagi Juara ke-1 mendapatkan uang Rp 1.000.000; Juara ke-2 Rp.750.000; Juara ke-3 Rp 500.000 ;
3. Baik nominator maupun pemenang diberi hak mendapatkan buku bunga rampai puisi tersebut 2 eksemplar, dan masing-masing akan mendapatkan Piagam Penghargaan ;
4. Baik hadiah maupun buku puisi tersebut hanya akan diberikan jika yang bersangkutan hadir pada acara "Peluncuran dan Diskusi Buku Puisi Pemenang Lomba Nasional" pada Senin 8 Februari 2010 ;
5. Jika yang bersangkutan berhalangan hadir, maka disilahkan menghubungi Panitia (Presiden DEMA - Saudara HERI KURNIAWAN 085 227 4505 32), dan buku puisi akan dikirim jika sudah mengirim ongkos pengganti biaya kirim.
* DEWAN JURI
*** Evi Idawati (Novelis TERATAK, Cerpenis MAHAR, Penyair NAMAKU SUNYI, Aktris);
*** Abdul Wachid B.S., S.S., M.Hum. (Penulis Buku: GANDRUNG CINTA, Tafsir terhadap Puisi Sufi K.H. Ahmad Mustofa Bisri);
*** Heru Kurniawan, S.Pd., M.A. (Penulis Buku: MISTISISME CAHAYA);
*** Kuswaidi Syafi'ie, M.Ag. (Penyair TARIAN MABUK ALLAH, Cerpenis MEMANJAT BUKIT CAHAYA, Esais, Editor Ahli
"Puisi Religius"
* KETENTUAN UMUM
1. Melampirkan copy Kartu Mahasiswa yang masih berlaku;
2. Puisi diketik dengan hurup time new roman size 12, di antara baris spasi 1, di antara bait spasi direnggangkan ;
3. Puisi yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun;
4. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 5 judul puisi dari karya terbaiknya;
5. Melampirkan biografi singkat maksimal 1 halaman;
6. Semua hal tersebut diemailkan ke obsesipress@gmail.com ;
7. Batas terakhir penerimaan naskah 14 Desember 2009.
* PENGUMUMAN NOMINATOR DAN PEMENANG PUISI
1 Januari 2010
* HADIAH
1. Bagi puisi nominator dan puisi pemenang akan dibukukan eksklusif oleh Penerbit OBSESI Press: 3 judul puisi pemenang, dan puisi-puisi nominator;
2. Bagi Juara ke-1 mendapatkan uang Rp 1.000.000; Juara ke-2 Rp.750.000; Juara ke-3 Rp 500.000 ;
3. Baik nominator maupun pemenang diberi hak mendapatkan buku bunga rampai puisi tersebut 2 eksemplar, dan masing-masing akan mendapatkan Piagam Penghargaan ;
4. Baik hadiah maupun buku puisi tersebut hanya akan diberikan jika yang bersangkutan hadir pada acara "Peluncuran dan Diskusi Buku Puisi Pemenang Lomba Nasional" pada Senin 8 Februari 2010 ;
5. Jika yang bersangkutan berhalangan hadir, maka disilahkan menghubungi Panitia (Presiden DEMA - Saudara HERI KURNIAWAN 085 227 4505 32), dan buku puisi akan dikirim jika sudah mengirim ongkos pengganti biaya kirim.
* DEWAN JURI
*** Evi Idawati (Novelis TERATAK, Cerpenis MAHAR, Penyair NAMAKU SUNYI, Aktris);
*** Abdul Wachid B.S., S.S., M.Hum. (Penulis Buku: GANDRUNG CINTA, Tafsir terhadap Puisi Sufi K.H. Ahmad Mustofa Bisri);
*** Heru Kurniawan, S.Pd., M.A. (Penulis Buku: MISTISISME CAHAYA);
*** Kuswaidi Syafi'ie, M.Ag. (Penyair TARIAN MABUK ALLAH, Cerpenis MEMANJAT BUKIT CAHAYA, Esais, Editor Ahli
LOMBA CIPTA ESAI TINGKAT MAHASISWA SE-INDONESIA DISELENGGARAKAN OLEH LEMBAGA PERS MAHASISWA (LPM) OBSESI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PUR
* TEMA
"Islam dan Terorisme"
* KETENTUAN
1. Melampirkan copy Kartu Mahasiswa yang masih berlaku;
2. Esai diketik dengan hurup time new roman size 12, batasan 5-10 halaman;
3. Teknik penulisan kutipan dengan menggunakan penyebutan sumber kutipan IN NOTE/CATATAN DALAMAN. Contoh: "Tidak ada karya sastra yang ditulis dalam situasi kekosongan budaya" (Teeuw, 1982:11).
4. Di akhir esai dilengkapi dengan DAFTAR PUSTAKA. Contoh: Teeuw, A. 1982. Tergantung pada Kata . Jakarta: Pustaka Jaya.
5. Esai yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun;
6. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 judul saja dari karya terbaiknya;
7. Melampirkan biografi singkat maksimal 1 halaman;
8. Semua hal tersebut diemailkan ke obsesipress@gmail.com ;
9. Batas terakhir penerimaan naskah 15 Desember 2009.
* PENGUMUMAN NOMINATOR DAN PEMENANG ESAI
1 Januari 2010
* HADIAH
1. Bagi esai nominator dan esai pemenang akan dibukukan eksklusif oleh Penerbit OBSESI Press, 3 esai pemenang, dan 27 esai nominator;
2. Bagi Juara ke-1 mendapatkan uang Rp 1.000.000; Juara ke-2 Rp.750.000; Juara ke-3 Rp 500.000 ;
3. Baik nominator maupun pemenang diberi hak mendapatkan buku bunga rampai esai tersebut 2 eksemplar, dan masing-masing akan mendapatkan Piagam Penghargaan ;
4. Baik hadiah maupun buku esai tersebut hanya akan diberikan jika yang bersangkutan hadir pada acara "Peluncuran dan Diskusi Buku Esai Pemenang Lomba Nasional" pada Senin 8 Februari 2010 ;
5. Jika yang bersangkutan berhalangan hadir, maka disilahkan menghubungi Panitia (PU LPM OBSESI Edo Ahmad Baedowi 08529 3001 761/ Faqih Hamdani 085227 379 226), dan buku esai akan dikirim jika sudah mengirim ongkos pengganti biaya kirim.
* DEWAN JURI
1. Dr. Naqiyah Mukhtar (Pakar di Bidang Tafsir Hadis, dan Studi Gender) ;
2. Suwito NS., M.Ag. (Pakar di Bidang Ekologi-Sufisme);
3. Ridwan, M.Ag. (Pakar di Bidang Pemikiran Hukum Islam);
4. Abdul Wachid B.S., S.S., M.Hum. (Penulis Buku: GANDRUNG CINTA, Tafsir terhadap Puisi Sufi K.H. Ahmad Mustofa Bisri);
5. Heru Kurniawan, S.Pd., M.A. (Penulis Buku: MISTISISME CAHAYA).
"Islam dan Terorisme"
* KETENTUAN
1. Melampirkan copy Kartu Mahasiswa yang masih berlaku;
2. Esai diketik dengan hurup time new roman size 12, batasan 5-10 halaman;
3. Teknik penulisan kutipan dengan menggunakan penyebutan sumber kutipan IN NOTE/CATATAN DALAMAN. Contoh: "Tidak ada karya sastra yang ditulis dalam situasi kekosongan budaya" (Teeuw, 1982:11).
4. Di akhir esai dilengkapi dengan DAFTAR PUSTAKA. Contoh: Teeuw, A. 1982. Tergantung pada Kata . Jakarta: Pustaka Jaya.
5. Esai yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun;
6. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 judul saja dari karya terbaiknya;
7. Melampirkan biografi singkat maksimal 1 halaman;
8. Semua hal tersebut diemailkan ke obsesipress@gmail.com ;
9. Batas terakhir penerimaan naskah 15 Desember 2009.
* PENGUMUMAN NOMINATOR DAN PEMENANG ESAI
1 Januari 2010
* HADIAH
1. Bagi esai nominator dan esai pemenang akan dibukukan eksklusif oleh Penerbit OBSESI Press, 3 esai pemenang, dan 27 esai nominator;
2. Bagi Juara ke-1 mendapatkan uang Rp 1.000.000; Juara ke-2 Rp.750.000; Juara ke-3 Rp 500.000 ;
3. Baik nominator maupun pemenang diberi hak mendapatkan buku bunga rampai esai tersebut 2 eksemplar, dan masing-masing akan mendapatkan Piagam Penghargaan ;
4. Baik hadiah maupun buku esai tersebut hanya akan diberikan jika yang bersangkutan hadir pada acara "Peluncuran dan Diskusi Buku Esai Pemenang Lomba Nasional" pada Senin 8 Februari 2010 ;
5. Jika yang bersangkutan berhalangan hadir, maka disilahkan menghubungi Panitia (PU LPM OBSESI Edo Ahmad Baedowi 08529 3001 761/ Faqih Hamdani 085227 379 226), dan buku esai akan dikirim jika sudah mengirim ongkos pengganti biaya kirim.
* DEWAN JURI
1. Dr. Naqiyah Mukhtar (Pakar di Bidang Tafsir Hadis, dan Studi Gender) ;
2. Suwito NS., M.Ag. (Pakar di Bidang Ekologi-Sufisme);
3. Ridwan, M.Ag. (Pakar di Bidang Pemikiran Hukum Islam);
4. Abdul Wachid B.S., S.S., M.Hum. (Penulis Buku: GANDRUNG CINTA, Tafsir terhadap Puisi Sufi K.H. Ahmad Mustofa Bisri);
5. Heru Kurniawan, S.Pd., M.A. (Penulis Buku: MISTISISME CAHAYA).
30 November 2009
Lomba Penulisan Cerpen
SHOW YOUR TALENT!!
Punya impian untuk masa depan di bidang IPTEK?
Punya harapan untuk Indonesia yang lebih baik?
Tuangkan idemu melaui cerpen, dan ikuti LOMBA CERPEN SCIENCE FICTION dengan tema “Dunia Masa Depan dalam Imajinasi” yang diselenggarakan oleh panitia MIPA EXPO 2009 FMIPA UGM..
Apa saja Persyaratannya? Baca poin-poin di bawah ini:
* Cerpen merupakan karya asli dari pengarang
* Cerpen belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutsertakan di kompetisi lain
* Cerpen tidak mengandung unsur SARA dan pornografi
* Cerpen yang sudah masuk menjadi hak milik panitia
* Isi cerpen mengandung pesan moral
* Cerpen imajinatif dan mengandung unsur sains
* Pengarang bukan termasuk panitia MIPA EXPO 2009
Gampang kan? So, jangan ragu-ragu untuk ikut lomba ini.Lomba ini terbuka untuk pelajar SMA, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 20 karya terbaik akan dibukukan lho…
Eits..tunggu dulu..ada satu lagi. Apa itu? Yupz..Ketentuan pengiriman:
* Cerpen diketik dengan huruf Times New Roman; ukuran 12pt; spasi 1,5; margin kiri, kanan, atas, dan bawah 3 cm
* Panjang cerpen 4-8 halaman
* Pengumpulan mulai tanggal 20 November 2009 sampai 13 Desember 2009
* Naskah dikirim melalui email ke alamat mipa.expo2009@gmail.com
* Pengirim mengirimkan CV pada file yang terpisah
untuk info lebih lengkap silakan kunjungi blog di bawah ini
http://www.mipaexpo2009.blogdetik.com
Punya impian untuk masa depan di bidang IPTEK?
Punya harapan untuk Indonesia yang lebih baik?
Tuangkan idemu melaui cerpen, dan ikuti LOMBA CERPEN SCIENCE FICTION dengan tema “Dunia Masa Depan dalam Imajinasi” yang diselenggarakan oleh panitia MIPA EXPO 2009 FMIPA UGM..
Apa saja Persyaratannya? Baca poin-poin di bawah ini:
* Cerpen merupakan karya asli dari pengarang
* Cerpen belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutsertakan di kompetisi lain
* Cerpen tidak mengandung unsur SARA dan pornografi
* Cerpen yang sudah masuk menjadi hak milik panitia
* Isi cerpen mengandung pesan moral
* Cerpen imajinatif dan mengandung unsur sains
* Pengarang bukan termasuk panitia MIPA EXPO 2009
Gampang kan? So, jangan ragu-ragu untuk ikut lomba ini.Lomba ini terbuka untuk pelajar SMA, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 20 karya terbaik akan dibukukan lho…
Eits..tunggu dulu..ada satu lagi. Apa itu? Yupz..Ketentuan pengiriman:
* Cerpen diketik dengan huruf Times New Roman; ukuran 12pt; spasi 1,5; margin kiri, kanan, atas, dan bawah 3 cm
* Panjang cerpen 4-8 halaman
* Pengumpulan mulai tanggal 20 November 2009 sampai 13 Desember 2009
* Naskah dikirim melalui email ke alamat mipa.expo2009@gmail.com
* Pengirim mengirimkan CV pada file yang terpisah
untuk info lebih lengkap silakan kunjungi blog di bawah ini
http://www.mipaexpo2009.blogdetik.com
25 November 2009
Beasiswa Yayasan Astra Honda Motor
Sumber : Biro Administrasi Kemahasiswaan UNS
Yayasan Astra Honda Motor (AHM) akan memberikan bantuan beasiswa tidak mampu namun berprestasi, dimana beasiswa tersebut diharapkan akan membantu meringankan beban studi bagi mahasiswa yang dibayarkan per semester. Beasiswa ini bersifat tidak mengikat dan setiap tahun dapat diperpanjang sejauh memenuhi kreteria dari Yayasan Astra Honda Motor.
Kreteria dan prosedur permohonan beasiswa Yayasan Astra Honda Motor
1.Pada tahun ajaran 2009/2010 tidak menerima beasiswa dari pihak lain.
2.Pada tahun ajaran 2009/2010 memasuki minimal semester tiga, dengan Indeks Prestasi semester sebelumnya atau IP Kumulatif minimum 3 (tiga).
3.Kemampuan finansial keluarga yang terbatas untuk membiayai studi pemohon, yang dinyatakan dengan surat keterangan penghasilan orangtua dari instansi pemberi kerja atau surat keterangan tidak mampu dari pihak Kelurahan/Kecamatan
4.Mendapatkan rekomendasi dari pihak rektorat bidang kemahasiswaan.
5.Nilai beasiswa per semester sebesar Rp 2 juta rupiah.
6.Surat permohonan beasiswa ditujukan ke
Pengurus Yayasan Astra Honda Motor
Up. Bun Benjamin Kumala
Jl. Yos Sudarso Sunter I jakarta Utara 14350
7.Surat permohonan dilampiran dengan dokumen pendukung, dikirimkan secara kolektif melalui pihak Rektorat Bidang Kemahasiswaan paling lambat tanggal 2 Desember 2009
8.Keputusan hasil seleksi penerimaan beasiswa ditentukan oleh pihak pengurus yayasan Astra Honda Motor dan keputusan tidak dapat diganggu gugat oleh pemohon.
Yayasan Astra Honda Motor (AHM) akan memberikan bantuan beasiswa tidak mampu namun berprestasi, dimana beasiswa tersebut diharapkan akan membantu meringankan beban studi bagi mahasiswa yang dibayarkan per semester. Beasiswa ini bersifat tidak mengikat dan setiap tahun dapat diperpanjang sejauh memenuhi kreteria dari Yayasan Astra Honda Motor.
Kreteria dan prosedur permohonan beasiswa Yayasan Astra Honda Motor
1.Pada tahun ajaran 2009/2010 tidak menerima beasiswa dari pihak lain.
2.Pada tahun ajaran 2009/2010 memasuki minimal semester tiga, dengan Indeks Prestasi semester sebelumnya atau IP Kumulatif minimum 3 (tiga).
3.Kemampuan finansial keluarga yang terbatas untuk membiayai studi pemohon, yang dinyatakan dengan surat keterangan penghasilan orangtua dari instansi pemberi kerja atau surat keterangan tidak mampu dari pihak Kelurahan/Kecamatan
4.Mendapatkan rekomendasi dari pihak rektorat bidang kemahasiswaan.
5.Nilai beasiswa per semester sebesar Rp 2 juta rupiah.
6.Surat permohonan beasiswa ditujukan ke
Pengurus Yayasan Astra Honda Motor
Up. Bun Benjamin Kumala
Jl. Yos Sudarso Sunter I jakarta Utara 14350
7.Surat permohonan dilampiran dengan dokumen pendukung, dikirimkan secara kolektif melalui pihak Rektorat Bidang Kemahasiswaan paling lambat tanggal 2 Desember 2009
8.Keputusan hasil seleksi penerimaan beasiswa ditentukan oleh pihak pengurus yayasan Astra Honda Motor dan keputusan tidak dapat diganggu gugat oleh pemohon.
Langganan:
Postingan (Atom)
